Article Detail

TARAKANITA TEACHERS CLUB

“Ugahari” sebuah ungkapan yang tidak asing dikalangan siswa-siswi yang tergabung dalam Yayasan Tarakanita di seluruh Nusantara yang mempunyai arti kesederhanaan. Ungkapan ugahari telah menjadi bagian dalam perilaku siswa-siswi seyayasan Tarakanita  namun pengalaman kami ini  adalah dampak dari sikap ugahari yang tertuang pada  Program Pendidikan Ketarakanitaan. Bersamaan dengan peringatan paskah pada tanggal 10 April 2015 siswa-siswi SMP Santo Yosef kelas 8B mengadakan kegiatan kunjungan ke Sanggar Alang – alang yang jaraknya  kurang lebih 500 m dari sekolah kami. Sanggar alang-alang adalah tempat pembinaan anak-anak jalanan yang usiannya tidak jauh berbeda dari siswa – siswi SMP Santo Yosef  dan tinggal di sekitar terminal Joyoboyo yang berbatasan dengan tembok pagar gedung sekolah kami bagian timur.

                “Ugahari” merupakan salah satu materi pengajaran dalam program pelajaran Pendidikan Ketarakaniataan. Siswa  tidak hanya diajarkan tentang istilah ugahari tetapi lebih pada dampak yang bisa dirasakan dari semangat ugahari. siswa-siswi kelas 8B belajar untuk mencoba membatasi keinginanya sampai pada taraf cukup, meskipun mereka punya lebih, dan kelebihannya disisihkan selama kurang lebih satu semester mulai dari materi ugahari diajarkan di semester ganjil. Hasilnya hingga dapat digunakan untuk memberi kesempatan teman lain yang tergabung di sanggar alang-alang agar dapat merasakan kebahagiaan seperti yang mereka rasakan. Dengan cara menyisihkan uang jajan dan di tabung dalam “celengan”. Celengannya mereka buat sendiri dari barang bekas sesuai kreatifitas masing-masing. Membuat “celengan”  dari bahan bekas ini juga termasuk dalam materi Pendidikan Ketarakanitaan dalam Kompetensi Dasar : Menerapkan semangat ugahari dalam mencapai keberhasilan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

                Dalam kebersamaan selama kurang lebih satu setengah jam bersama anak-anak Sanggar Alang-alang melalui bermain, menyanyi bersama mereka dapat saling merasakan getaran rasa bahagia. Rasa bahagia dan kepuasan batin yang tak terkira karena bias saling berbagi dan menerima dengan ketulusan. Buah dari hasil celengan  siswa kelas 8B dapat bermanfaat untuk anak-anak Sanggar Alang-Alang berupa: memberikan kenyamanan saat meraka belajar dengan 2 buah kipas angin, satu karung beras, 10 box indomie, setrta berbagai makanan dan minuman serta alat tulis yang di kemas dalam sebuah tas sederhana. Perwakilan siswa kelas 8B yang diwakili olek ketua kelasnya  berpesan lewat sambung rasa untuk sahabat-sahabatnya diSanggar Alang-Alang agar tidak menilai dari materi yang mereka bawa, tetapi lebih dari itu  mereka sangat peduli dan penuh rasa cinta dan ketulusan. Seksi acara membuat sebuah lomba permainan secara kolompok yang kelompoknya merupakan campuran siswa SMP Santo Yosef dan SIswa Sanggar alang-Alang  dan menyediakan hadiah bagi pemenang lomba. Diakhir acara mereka bernyanyi bersama sambil saling mentautkan tangan tanda persahabatan.” Aku boleh menyapa kalian ,jika bertemu di depan sekolah? Satu keinginan dari anak-anak Sanggar Alang-Alang.

                Sebagai Wali Kelas, hanyalah menjembatani niat tulus mereka, memotivasi, dan membantu mewujutkan impianya untuk dapat berbagi, menggali potensi dalam berkoordinasi, serta menghantar ke tempat tujuan untuk melaksanakan rencananya. Terima Kasih atas niat tulus kalian kelas 8B SMP Santo Yosef Surabaya, Semoga Tuhan membalas cintamu. (Yulia Ratna Purwani)

TARAKANITA TEACHERS CLUB

“Ugahari” sebuah ungkapan yang tidak asing dikalangan siswa-siswi yang tergabung dalam Yayasan Tarakanita di seluruh Nusantara yang mempunyai arti kesederhanaan. Ungkapan ugahari telah menjadi bagian dalam perilaku siswa-siswi seyayasan Tarakanita  namun pengalaman kami ini  adalah dampak dari sikap ugahari yang tertuang pada  Program Pendidikan Ketarakanitaan. Bersamaan dengan peringatan paskah pada tanggal 10 April 2015 siswa-siswi SMP Santo Yosef kelas 8B mengadakan kegiatan kunjungan ke Sanggar Alang – alang yang jaraknya  kurang lebih 500 m dari sekolah kami. Sanggar alang-alang adalah tempat pembinaan anak-anak jalanan yang usiannya tidak jauh berbeda dari siswa – siswi SMP Santo Yosef  dan tinggal di sekitar terminal Joyoboyo yang berbatasan dengan tembok pagar gedung sekolah kami bagian timur.

                “Ugahari” merupakan salah satu materi pengajaran dalam program pelajaran Pendidikan Ketarakaniataan. Siswa  tidak hanya diajarkan tentang istilah ugahari tetapi lebih pada dampak yang bisa dirasakan dari semangat ugahari. siswa-siswi kelas 8B belajar untuk mencoba membatasi keinginanya sampai pada taraf cukup, meskipun mereka punya lebih, dan kelebihannya disisihkan selama kurang lebih satu semester mulai dari materi ugahari diajarkan di semester ganjil. Hasilnya hingga dapat digunakan untuk memberi kesempatan teman lain yang tergabung di sanggar alang-alang agar dapat merasakan kebahagiaan seperti yang mereka rasakan. Dengan cara menyisihkan uang jajan dan di tabung dalam “celengan”. Celengannya mereka buat sendiri dari barang bekas sesuai kreatifitas masing-masing. Membuat “celengan”  dari bahan bekas ini juga termasuk dalam materi Pendidikan Ketarakanitaan dalam Kompetensi Dasar : Menerapkan semangat ugahari dalam mencapai keberhasilan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

                Dalam kebersamaan selama kurang lebih satu setengah jam bersama anak-anak Sanggar Alang-alang melalui bermain, menyanyi bersama mereka dapat saling merasakan getaran rasa bahagia. Rasa bahagia dan kepuasan batin yang tak terkira karena bias saling berbagi dan menerima dengan ketulusan. Buah dari hasil celengan  siswa kelas 8B dapat bermanfaat untuk anak-anak Sanggar Alang-Alang berupa: memberikan kenyamanan saat meraka belajar dengan 2 buah kipas angin, satu karung beras, 10 box indomie, setrta berbagai makanan dan minuman serta alat tulis yang di kemas dalam sebuah tas sederhana. Perwakilan siswa kelas 8B yang diwakili olek ketua kelasnya  berpesan lewat sambung rasa untuk sahabat-sahabatnya diSanggar Alang-Alang agar tidak menilai dari materi yang mereka bawa, tetapi lebih dari itu  mereka sangat peduli dan penuh rasa cinta dan ketulusan. Seksi acara membuat sebuah lomba permainan secara kolompok yang kelompoknya merupakan campuran siswa SMP Santo Yosef dan SIswa Sanggar alang-Alang  dan menyediakan hadiah bagi pemenang lomba. Diakhir acara mereka bernyanyi bersama sambil saling mentautkan tangan tanda persahabatan.” Aku boleh menyapa kalian ,jika bertemu di depan sekolah? Satu keinginan dari anak-anak Sanggar Alang-Alang.

                Sebagai Wali Kelas, hanyalah menjembatani niat tulus mereka, memotivasi, dan membantu mewujutkan impianya untuk dapat berbagi, menggali potensi dalam berkoordinasi, serta menghantar ke tempat tujuan untuk melaksanakan rencananya. Terima Kasih atas niat tulus kalian kelas 8B SMP Santo Yosef Surabaya, Semoga Tuhan membalas cintamu.( Yulia Ratna Purwani)
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment