Article Detail
Mengenal KEWIRAUSAHAAN ala SMP Santo Yosef Surabaya
Pagi itu, 4 buah bis pariwisata parkir di depan sekolah Santo Yosef. Selasa, 29-1-2013 sebanyak 162 siswa kelas 8 didampingi 10 orang guru melakukan kunjungan ke Peternakan Kebun Waris, Pandaan-Pasuruan dan PT Amerta Indah Otsuka, Kejayan-Pasuruan. Rombongan dibagi menjadi 2 kelompok, karena di lokasi yang kami kunjungi tidak mengijinkan jumlah peserta lebih dari 100, selain masalah tempat juga karena jika terlalu banyak peserta maka penyerapan pengetahuan menjadi tidak efektif. Satu kelompok menuju PT Amerta Idah Otsuka; produsen minuman isotonic Pocari Sweat, dan satu kelompok lagi mengunjungi Peternakan Kebun Waris; peternakan kambing Etawa dan produsen susu kambing (Goat’s Milk).
“Satu langkah yang tepat diambil oleh SMP Santo Yosef, Surabaya ini, memperkenalkan kepada para siswa kegiatan pedesaan, desa yang selama ini dianggap pinggiran sebenarnya memendam potensi yang luar biasa. Berbahagialah kalian semua para siswa karena sekarang kalian mengenal arti desa dan nantinya kalian yang akan mengolah potensi desa, berbahagialah kalian dengan kesempatan yang diberikan SMP Santo Yosef iniâ€, kata Bp. Kris Tungary selaku pemilik peternakan dalam sambutannya untuk menyambut kedatangan rombongan kami. Di peternakan ini kami dipandu oleh 3 orang pemandu, dijelaskan mulai dari pembuatan kandang, pembibitan, perawatan sampai dengan pemerahan susu kambing Etawa tersebut. Antusiasme para siswa sangat terlihat dengan berbekal buku catatan mereka mencatat penjelasan dari para pemandu, juga Lembar Kerja Siswa yang sudah dibagikan sebelumnya mereka siapkan untuk modal mengajukan beberapa pertanyaan. Ada hal yang menarik, saat kunjungan kami ini salah satu kambing sedang dalam proses melahirkan, kelahiran bayi kambing ini menarik perhatian para siswa dan pendamping. “Kambing ini saya beri nama Santo Yosef, karena lahir bertepatan dengan kunjungan kalian di siniâ€, begitu disampaikan pak Kris. Di akhir kegiatan setiap peserta diberi 1 botol susu kambing (Goat’s Milk) dan sebuah cinderamata berupa boneka kambing.
Sementara itu kelompok yang lain dengan bergairah mendengarkan penjelasan tentang proses pembuatan minuman isotonic Pocari Sweat. Kedatangan kami disambut ramah oleh petugas di pabrik tersebut. Begitu memasuki pabrik dengan omset produksi ± 88.000 botol per hari itu, dengan berbaris dua-dua kami diantar ke ruang lobby. Bersih, rapi, begitulah kesan pertama yang kami dapatkan. Masing-masing dari kami dipersilakan mengambil sebotol Pocari Sweat sebagai Welcome Drink untuk melepas dahaga, kemudian kami menuju Brilliant Hall untuk mendengarkan presentasi tentang produk itu. Hampir satu jam kami berada di hall tersebut, rentetan pertanyaan menjadi bukti keingintahuan para siswa. Kemudian kami pun bersama-sama menyusuri selasar untuk melihat proses produksi minuman isotonic itu.
Di akhir acara masing-masing dari kami mendapatkan sebuah goodie bag yang berisi produk perusahaan itu. Waduh senengnya, sudah dapat pengetahuan masih dapat produk lagi. (Hary Kristomo)-
there are no comments yet