Article Detail

Refleksi Belajar Tahun 2022

  Hallo rek….piye kabare ? Kenalin aku Skolastika Nathania dari SMP Santo Yosef Surabaya, atau kalian bisa panggil Nia yak…. Jadi , sekarang  aku pengen ceritain pengalaman aku Gimana ya rasanya belajar dari pjj dan kembali ptm? Yuk simak pengalaman aku berikut ini.            

Menurut penelitian , Corona Virus Disease 2019 atau yang biasa disingkat COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, salah satu jenis korona virus. Penderita COVID-19 dapat mengalami demam, batuk kering, dan kesulitan bernafas.Pandemi virus corona adalah pandemi yang membuat seluruh dunia ikut berdampak.kita mengira virus corona muncul tahun 2019.padahal Menurut Jurnal Pediatric Infectious Disease edisi November 2005, kasus pertama virus corona pada manusia, pertama kali diteliti oleh David Arthur John Tyrrell dan Malcolm L Bynoe pada 1965.

 Nah gak usah panjang-panjang deh, pandemi covid 19 ini berdampak pada kegiatan global di Indonesia, seperti bidang ekonomi, kesehatan, dan juga pendidikan.  Dampak yan terjadi terhadap dunia pendidikam akibatnya, seluruh sekolah memberhentikan  pembelajaran tatap muka dan beralih ke era digital. Selama pjj atau pembelajaran di rumah aku merasa banyak yang berubah dalam diri aku. Aku merasa sendiri, bosan, jenuh, dan hilang harapan kapan pandemic corona dapat menghilang. Selain itu saat pjj banyak juga kendala yang ada saat belajar, salah satunya adalah kendala jaringan. Tak semua orang memiliki jaringan yang memadahi, atau biaya untuk membeli kuoata internet. Misalnya saat masuk zoom tidak bisa, mic nya eror, dan masih banyak kendala lainnya. Saat pjj kita juga gak bisa ketemu teman, kita hanya bisa bertemu melalui layar aja. Apalagi saat masuk smp ini,  kita tidak tahu bagaimana teman baru kita, bagaimana wajah nya karena banyak juga kan yang offcam saat zoom. Jadi, Kita Cuma bisa berkenalan dan komunikasi melalui gadget masing-masing aja deh.

Oh iya, Rutinitas aku saat pjj dimulai dari bangun tidur, aku mengawali hari dengan berdoa. Kenapa sih kita harus berdoa? Karena Tuhan sungguh baik masih memberi nafas dan kesehatan kepada kita. Selama pjj, aku lebih siang bangunya nih ges. Semula sebelum pandemi aku bangun jam 04.30 tapi semenjak itu aku bangun jam 05.30.next, aku lansung mandi dan menyiapkan seragam sekolah untuk pjj nanti. Aku lansung sarapan dan juga menyiapkan device atau gadget aku.. dan setelah itu aku mulai pjj pada pukul 07.30. habis zoom, aku makan siang, tidur siang, mandi sore,makan malam dan persiapan belajar untuk besoknya.semua kegiatan dilalui secara online, acara-acara, belajar dan yang lainnya serba-serbi online..hehehhe. Ada gak nih yang karena pjj jadi malas, misalnya Cuma rebahan doang, males belajar atau  Cuma main hp doang dan gak jadi remaja produktif ? memang sih rata-rata para pelajar di Indonesia bahkan di seluruh dunia kayak gitu. Cuma akibat pandemi atau pjj di rumah ini ada juga dampak positif nya. Kira-kira apa aja ya? First, jadi anak canggih. Iya gak nih.kita bisa lebih melek teknologi. Kita diajari mengedit video, mengerjakan tugas dari gadget, atau meng-upload tugas di media social. Aku ngerasain banget nih, dulu sebelum pandemi aku gak tau apa-apa tentang teknologi tapi sekarang udah mulai ngerti pastinya. Lanjut..karena pandemi  juga kita bisa lebih deket sama keluarga, kita bisa lebih solid dan makin salin menyayangi. Aku jadi bisa lebih akrab dengan papa,mama,dan adikku.

Tiba saatnya apa yang diimpikan terjadi, Tuhan telah mengabulkan  doa kita.saat bulan Januari  PTM kembali dilaksanakan, dan saat itu Surabaya juga udah gak masuk zona merah atau hitam lagi deh. PTM terbatas akhirnya dilakukan. Awalnya PTM dibagi jadi 2 sesi, sesi pagi dan siang. Aku seneng banget karena udah bisa ketemu teman-teman, walau belum semuanya. semenjak itu, semangat belajar aku makin meningkat dan meningkat. Namun, setelah beberapa lama pjj dilakukan kembali mengingat saat bulan maret dan april  angka covid 19 menaik terus. Jujur aku sedih  dan agak kecewa.

Gak di sangka-sangka bulan Mei ada kejutan yang sangat special. PTM 100% dilaksanakan..horee… Aku menjadi bisa bertemu teman-teman, guru-guru dan yang lainnyaa.  Tak hanya itu jika PTM aku lebih memahami materi-materi dari guru setiap mapel. Rutinitas ku pun pulih kembali seperti semula hanya berbeda sekarang kita pakai masker, dan tetap melaksanakan prokes. Inilah rutinitas , dimulai dari bangun tidur jam 04.30, persiapan sekolah, beribadah , sarapan dan masuk sekolah pukul 06.45. awalnya PTM hanya boleh dalam durasi 3-4 jam aja, namun lama kelamaan durasi nya bertambah dan bertambah dan akhirnya kembali menjadi jam 13.40. Setelah itu aku makan siang dan melanjutkan aktifikas aku yang lainnya.

Guys…apapun itu PTM atau PJJ . kita harus tetap bersyukur banget karena masih diizinkan Tuhan untuk bisa sekolah.dari pandemi covid kita bisa belajar banyak hal , untuk menjadi manusia yang pantang menyerah, mendekatkan diri dengan Tuhan .

 Terima kasih guru-guru yang telah bersusah payah memikirkan strategi belajar, berjuang disekolah kita tercinta dan tetap semangat tak ada kata lelah membagikan ilmu kepada murid-muridnya. Aku yakin kita bisa bergandengan tangan melewati wabah ini sampai hilang daria natra kita. Tetap jaga prokes, pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak. Semangat semua..God bless you..

Salam Tarakanita…Satu hati…Satu semangat…Tarakanita..Yess

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment