Article Detail

Mongolia, Singasari, Kediri, Majapahit, dan Surabaya

Mongolia, merupakan salah-satu Kekaisaran terkuat sepanjang masa. Kekaisaran Mongol ini dikenal akan keganasan, kekejaman, dan kejayaan seorang Genghis Khan, yang juga adalah pendirinya. Puncak kejayaan Kekaisaran Mongolia ini dicapai pada masa pemerintahan Kubilai Khan, cucu dari Genghis Khan. Kubilai mulai memerintah Mongol pada tahun 1260 dan berakhir atau meninggal pada tahun 1294. Kubilai Khan juga mendirikan Dinasti Yuan, yang akhirnya menjadi Bangsa Mongol pertama yang berhasil menguasai seluruh daerah China. Tentu sebagai kerajaan yang besar, ambisi untuk menguasai daerah lain pun juga besar. Kubilai kemudian menjalankan ekspansi menuju tanah Jawa, yang kala itu masih dibawah kendali Kerajaan Singasari yang dipimpin oleh Raja Kertanegara. Karena pada masa itu masih masa kerajaan, maka ada tradisi antar kerajaan bila ingin menguasai kerajaan lain, yang disebut dengan Negosiasi. Kubilai mengirim utusan ke Jawa. Alasan Kubilai mengirim utusan ke Jawa adalah untuk menarik upeti Kerajaan Singasari. Kubilai sudah mengirim utusan beberapa kali ke Jawa, yakni pada tahun 1280, 1281, dan 1286. Alih-alih mendapatkan upeti, namun penolakan. Utusan-utusan Kubilai juga banyak yang kembali tidak dalam keadaan seperti ketika berangkat, karena utusan-utusan tersebut banyak yang disiksa dan dipotong telinganya. Mengetahui itu, Kubilai sangat marah dan mengirimkan ekspedisi ke Jawa dengan perintah untuk menghukum Kertanegara. Namun sebelum pasukan ekspedisi Mongol sampai di Jawa, Kertanegara sudah tewas akibat pemberontakan Jayakatwang, Raja dari Kerajaan Kediri dan yang akhir nya mengakhiri kejayaan Singasari. Jayakatwang kemudian mengasingkan menantu Kertanegara, yaitu Raden Wijaya ke Madura. Di Madura, Raden mencari bantuan kepada Arya Wiraraja. Kembali ke Mongolia. Pasukan ekspedisi Mongolia masih dalam perjalan menuju pulau Jawa. Ketika pasukan Mongol sampai di Jawa, mereka terkejut, karena raja yang seharusnya mereka hukum, Kertanegara telah tewas dan digantikan oleh Jayakatwang. Kembali ke Raden Wijaya, dimana dia akhirnya diijinkan untuk tinggal di hutan Tarik, yang akhirnya berubah menjadi Majapahit. Nama Majapahit ini diambil dari nama buah Maja, yang rasanya pahit. Jadi Majapahit berarti Buah Maja yang Pahit. Di hutan Tarik atau Majapahit itu, Raden mengumpulkan pengikut untuk melakukan pemberontakan kepada Jayakatwang. Kembali ke Mongolia, ketika sampai di Jawa, Raden menyambut mereka dan melakukan perjanjian damai kepada pasukan Mongolia dan akan memberikan sebagian wilayahnya, serta akan menjadi hamba yang baik kepada Kekaisaran Mongolia jika, mereka bisa mengembalikan takhta nya dan menangkap Jayakatwang. Mengetahui itu, awalnya pasukan Mongolia tidak mau. Tapi karena sudah jauh-jauh ke Jawa untuk perang, akhirnya mereka menyetujui perjanjian tersebut. Pasukan Mongolia kemudian berperang melawan Kerajaan Kediri dan menangkap Jayakatwang. Setelah itu, mereka kemudian mengambil barang-barang bekas peninggalan dari Kerajaan Kediri sebagai penghargaan. Setelah itu, Raden Wijaya meminta ijin untuk kembali ke Majapahit untuk mengambil upeti dengan dikawal dua perwira dan 200 prajurit. Namun ternyata, ditengah perjalanan Raden Wijaya menghabisi pasukan Mongolia yang mengawalnya ke Majapahit dan kemudian langsung menyerang pasukan Mongolia yang berkemah di Daha dan Canggu. Waktu itu, mereka tengah berpesta merayakan kemenangannya dan akhirnya terpaksa melarikan diri dari kejaran Majapahit. Pada 31 Mei 1293, pasukan Mongol kembali ke China dan yang akhirnya, tanggal 31 bulan Mei ditetapkan sebagai Hari Jadi kota Surabaya. Ada banyak saksi bisu dari peristiwa ini, salah satunya Pintu Air Jagir, yang menjadi tempat parkir kapal-kapal Mongolia dan gerbang masuk. Yohanes Paulus Dewa Made Mazmur Nusantara Raya


Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment