Article Detail

Eksorsisme

Exorcism atau Pengusiran Setan tentu sudah tidak asing bagi kita. Ini adalah kegiatan untuk mengusir Setan dari orang yang kerasukan, tempat yang tidak baik-baik saja, dan lain-lain. Dalam Gereja Katolik, kita diminta untuk mempercayai bahwa Setan itu ada dan memang benar adanya. Ada beberapa bukti yang bisa kita percayai bahwa Setan itu benar adanya, salah satunya dalam alkitab, ketika Tuhan Yesus berpuasa 40 hari dan digoda oleh Setan. Kita sebagai umat beriman, diminta untuk tidak takut akan Setan, tapi takut akan Tuhan. Di dunia ini, Tuhan dan Setan sama-sama bekerja untuk mendapatkan umat terbanyak. Setan dan Tuhan juga bisa merasuki manusia. Kalau Tuhan merasuki manusia dengan Roh Kudusnya, sedangkan Setan langsung merasuki manusia. Setan merasuki manusia biasanya untuk membuka gerbang bagi Setan-setan lainnya untuk masuk ke dunia manusia. Hal ini yang dicegah Tuhan dengan memberikan Rohnya kepada pastor-pastor yang di khusus-kan untuk menjadi Pengusir Setan. Mengusir Setan bukan lah hal yang mudah, tapi bisa dilakukan. Ada beberapa tingkat Setan yang bisa dipelajari dalam ilmu Demonology. Seperti kita tahu, raja dari Setan adalah Lucifer, dan Lucifer ini punya banyak anak buah seperti Baal, Jungler, Mammon, Balthazar, dan masih banyak lagi dan nama-nama ini juga memiliki kastanya. Pastor-pastor yang di khusus-kan untuk melakukan Pengusiran Setan ini biasanya diminta untuk belajar Demonology terlebih dahulu. Pastor-pastor ini pula, biasanya menjadi target dari para Setan karena seperti kita tahu, Pengusiran Setan ini dapat menggagalkan rencana Setan untuk menguasai dunia dan orang yang menggagalkan rencana, pasti menjadi target utama bagi yang merencanakan hal yang digagalkan itu. Maka dari itu, selain banyak belajar, pastor-pastor ini diminta untuk rajin berdoa, jangan pernah takut, dan jangan mengingat dosa-dosa lamanya. Kenapa? Karena ketakutan kita inilah yang dimanfaatkan oleh Setan untuk merasuki kita. Nah, bagaimana dengan Pengusiran Setan di Jawa? Sebenarnya, Pengusiran Setan hanya bisa dilakukan oleh Pastor, karena hanya Pastor lah yang memiliki kuasa untuk mengusir Setan. Sekuat-kuatnya manusia menghadang Setan, hanya Pastor lah yang bisa mengusir Setan. Ritual Pengusiran Setan di Jawa sebenarnya salah, karena orang yang mengusir itu tidak punya kuasa untuk mengusir Setan. Ada beberapa fase dalam Pengusiran Setan ini, yaitu Kehadiran dimana Setan menunjukkan bahwa dia ada dalam diri orang yang dirasukinya. Kedua ada Pura-pura, dimana Setan berpura-pura hilang dari orang yang dirasukinya dan biasanya, banyak orang yang terpengaruh dengan tipu muslihatnya ini. Ketiga ada titik jeda, dimana titik jeda ini Setan mempengaruhi Romo yang melakukan pengusiran. Keempat yaitu Suara, dimana fase ini adalah fase Setan memberikan namanya, entah langsung dari orang yang dirasukinya, atau dari sekitarnya. Kelima ada Peperangan, dimana terjadi kekacauan di fase ini. Dan terakhir yaitu Pengusiran, dimana sudah jelas fase ini adalah fase dimana Setan meninggalkan tubuh orang yang dirasukinya. Ada beberapa orang juga yang di karuniai berkat untuk bisa melihat Setan atau yang kita kenal sebagai “Indigo”. Nah, Indigo ini juga yang menjadi target utama Setan apabila tidak rajin berdoa. Mengapa? Karena Indigo ini juga bisa menjadi perantara antara Setan dan manusia. Ada beberapa film yang menceritakan tentang Eksorsisme, seperti Deliver us From Evil (2014), The Rite (2011), dan banyak lagi. Yohanes Paulus Dewa Made Mazmur Nusantara Raya


Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment