Konsistensi melakukan segala sesuatu merupakan dasar menumbuhkan kompetensi optimal, seperti halnya melakukan kebiasaan akan membangun karakter. Yayasan Tarakanita telah membangun karakter pembelajar untuk para pendidiknya melalui kebiasaan belajar salah satunya adalah kegiatan Hari Studi Guru atau HSG yang dilaksanakan setiap pekan kedua. HSG diisi dengan berbagi pengalaman mendampingi peserta didik di kelas, atau mentoring, atau workshop, dengan rekan sejawat ataupun menghadirkan nara sumber belajar.

HSG bulan Juli 2024 di SMP Santo Yosef baru dilaksanakan 27 Juli 2024 karena pekan kedua bersamaan dengan agenda pertemuan orangtua yang perlu diprioritaskan mengingat peserta didik sudah mulai aktif belajar. Bertema "Pengayaan Ide Karya,Evaluasi, dan Tindak Lanjut P5" dengan pemberi materi Bapak Andreas Ernest Nugroho,M.Pd dan Bapak Agustinus Sugiyarto,S.Pd, HSG dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting. Mengingat P5 menjadi cara belajar peserta didik sejaland engan kurikulum merdeka, maka kegiatan P5 di sekolah menjadi salah satu fokus utama bagi guru untuk dapat mendampingi proses pembangunan karakter Pancasila para muda sesuai harapan dan menjawab tantangan jaman. Menentukan pilihan tema, berdiskusi menentukan produk yang bukan melulu karya tetapi lebih pada karakter yang dibangun, serta perencanaan evaluasi bukanlah sesuatu yang mudah disiapkan, maka menegaskan kepada peserta didik pentingnya berperan aktif dalam kegiatan P5 dan pendampingan maksimal guru selama proses berlangsung merupakan salah satu cara menghargai bagiamana perangkat P5 yang tidak sederhana ini disusun. Sinergi positif antara peserta didik, guru dan orangtua menjadi komponen penting tercapainya tujuan P5, yaitu membangun karakter Profil Pelajar Pancasila yang berketerampilan abad 21. 
HSG diawali pukul 08.00 dengan ibadat pembuka dan diakhiri pukul 11.00 dengan peneguhan Ibu Margareta Fitri Agustina,S.Si selaku kepala sekolah SMP Santo Yosef Tarakanita Surabaya, setelah sebelumnya sesi tanya jawab sekaligus evaluasi pelaksanaan P5 pada semester lalu. Evaluasi dan refleksi oleh peserta didik dan guru pendamping dalam pelaksanaan P5 perlu dilakukan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembentukan karakter yaitu menerima evaluasi dengan rendah hati, menyadari bahwa untuk menjadi hebat dibutuhkan banyak penyempurnaan diri dengan bantuan evaluasi dari banyak pihak dan refleksi diri untuk menyadari kekurangan dan dengan besar hati melakukan koreksi diri. Generasi yang kuat adalah mereka yang mampu menerima berbagai tempaan dan binaan dengan penuh kesadaran dan bukan karena tekanan.