Article Detail

Teenagers Batik Fashion Show

Siapa bilang Batik Fashion Show dipandang sebelah mata oleh para kawula muda di kota ini.
Sejak batik diakui sebagai salah satu ikon warisan leluhur bangsa Indonesia, persahan-perusahan garmen dan home industri batik bermunculan dimana-mana.Ada batik madura, batik sidoarjo, batik solo, batik banten dan banuyak yang lainnya.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah garmen batik dapat menjadi primadona di Indonesia sekaligus dapat merebut minat kaum muda untuk berani tampil berbusana batik didepan umum. Dalam keadaan skeptis ini, Prof.Dr John Tondowidjoyo Cm, seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial pada Universitas Airlangga menaruh concern tinggi untuk meningkatkan minat remaja akan batik sebagai salah satu warisan budaya ini. 
Untuk memperingati hari kelahirannya beliau mengadakan Batik Fashion Show and MC for Teenagers. Sebanyak lebih dari duapuluh pasang peserta dari seluruh SMP Katolik Surabaya ikutserta dalam lomba ini. SMP Santo Yosef ikut ambilbagian dalam lomba ini dengan mengirim dua pasang peserta. Puji Tuhan satu pasang peserta dapat menjuarai lomba tersebut dengan menggondol juara III.
Melihat begitu besar minat peserta lomba ini, kita boleh berbangga dan berbesar hati bahwa batik telah merebut hati kaum remaja kota ini dan semoga pengusaha garmen batik semakin bertambah jumlahnya dan pada gilirannya nanti dapat menyerap semakin banyak tenaga kerja di bumi tercinta ini.

Teenagers Batik Fashion Show

Siapa bilang Batik Fashion Show dipandang sebelah mata oleh para kawula muda di kota ini.
Sejak batik diakui sebagai salah satu ikon warisan leluhur bangsa Indonesia, persahan-perusahan garmen dan home industri batik bermunculan dimana-mana.Ada batik madura, batik sidoarjo, batik solo, batik banten dan banuyak yang lainnya.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah garmen batik dapat menjadi primadona di Indonesia sekaligus dapat merebut minat kaum muda untuk berani tampil berbusana batik didepan umum. Dalam keadaan skeptis ini, Prof.Dr John Tondowidjoyo Cm, seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial pada Universitas Airlangga menaruh concern tinggi untuk meningkatkan minat remaja akan batik sebagai salah satu warisan budaya ini. 
Untuk memperingati hari kelahirannya beliau mengadakan Batik Fashion Show and MC for Teenagers. Sebanyak lebih dari duapuluh pasang peserta dari seluruh SMP Katolik Surabaya ikutserta dalam lomba ini. SMP Santo Yosef ikut ambilbagian dalam lomba ini dengan mengirim dua pasang peserta. Puji Tuhan satu pasang peserta dapat menjuarai lomba tersebut dengan menggondol juara III.
Melihat begitu besar minat peserta lomba ini, kita boleh berbangga dan berbesar hati bahwa batik telah merebut hati kaum remaja kota ini dan semoga pengusaha garmen batik semakin bertambah jumlahnya dan pada gilirannya nanti dapat menyerap semakin banyak tenaga kerja di bumi tercinta ini.








Teenagers Batik Fashion Show

Siapa bilang Batik Fashion Show dipandang sebelah mata oleh para kawula muda di kota ini.
Sejak batik diakui sebagai salah satu ikon warisan leluhur bangsa Indonesia, persahan-perusahan garmen dan home industri batik bermunculan dimana-mana.Ada batik madura, batik sidoarjo, batik solo, batik banten dan banuyak yang lainnya.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah garmen batik dapat menjadi primadona di Indonesia sekaligus dapat merebut minat kaum muda untuk berani tampil berbusana batik didepan umum. Dalam keadaan skeptis ini, Prof.Dr John Tondowidjoyo Cm, seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial pada Universitas Airlangga menaruh concern tinggi untuk meningkatkan minat remaja akan batik sebagai salah satu warisan budaya ini. 
Untuk memperingati hari kelahirannya beliau mengadakan Batik Fashion Show and MC for Teenagers. Sebanyak lebih dari duapuluh pasang peserta dari seluruh SMP Katolik Surabaya ikutserta dalam lomba ini. SMP Santo Yosef ikut ambilbagian dalam lomba ini dengan mengirim dua pasang peserta. Puji Tuhan satu pasang peserta dapat menjuarai lomba tersebut dengan menggondol juara III.
Melihat begitu besar minat peserta lomba ini, kita boleh berbangga dan berbesar hati bahwa batik telah merebut hati kaum remaja kota ini dan semoga pengusaha garmen batik semakin bertambah jumlahnya dan pada gilirannya nanti dapat menyerap semakin banyak tenaga kerja di bumi tercinta ini.

Teenagers Batik Fashion Show

Siapa bilang Batik Fashion Show dipandang sebelah mata oleh para kawula muda di kota ini.
Sejak batik diakui sebagai salah satu ikon warisan leluhur bangsa Indonesia, persahan-perusahan garmen dan home industri batik bermunculan dimana-mana.Ada batik madura, batik sidoarjo, batik solo, batik banten dan banuyak yang lainnya.
Pertanyaan yang muncul adalah apakah garmen batik dapat menjadi primadona di Indonesia sekaligus dapat merebut minat kaum muda untuk berani tampil berbusana batik didepan umum. Dalam keadaan skeptis ini, Prof.Dr John Tondowidjoyo Cm, seorang dosen di Fakultas Ilmu Sosial pada Universitas Airlangga menaruh concern tinggi untuk meningkatkan minat remaja akan batik sebagai salah satu warisan budaya ini. 
Untuk memperingati hari kelahirannya beliau mengadakan Batik Fashion Show and MC for Teenagers. Sebanyak lebih dari duapuluh pasang peserta dari seluruh SMP Katolik Surabaya ikutserta dalam lomba ini. SMP Santo Yosef ikut ambilbagian dalam lomba ini dengan mengirim dua pasang peserta. Puji Tuhan satu pasang peserta dapat menjuarai lomba tersebut dengan menggondol juara III.
Melihat begitu besar minat peserta lomba ini, kita boleh berbangga dan berbesar hati bahwa batik telah merebut hati kaum remaja kota ini dan semoga pengusaha garmen batik semakin bertambah jumlahnya dan pada gilirannya nanti dapat menyerap semakin banyak tenaga kerja di bumi tercinta ini.








Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment