Article Detail
Sosialisasi Dinamika Remaja
Pada hari Selasa, 3 Mei 2016 siswa siswi kelas 7 dan 8 SMP Santo Yosef mendapat sosialisasi dinamika remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.30 sampai dengan pukul 11.30 WIB. Bertempat di ruang tari SD Santo Yosef. Kegiatan ini diikuti 150 siswa kelas 7 dan 8. Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan oleh BaPeMas dengan dua narasumber. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa tentang dinamika kehidupan remaja, khususnya materi internet sehat dan kesehatan reproduksi seksualitas remaja.
Materi pertama yang disampaikan adalah tentang internet sehat. Dalam sesi ini dijelaskan bahwa penggunaan internet sudah menjadi hal yang umum di kalangan remaja. Akan tetapi internet juga mempunyai dampak positif dan negatif. Dampak positif dari internet yaitu membantu mendapatkan pengetahuan, sebagai alat komunikasi, hiburan, bisnis, dan bisa untuk bertukar informasi. Sedangkan dampak negatif yang harus diwaspadai adalah bermunculan berbagai bentuk kejahatan atau yang biasa disebut cyber crime, seperti penipuan, penyadapan, pembajakan, penculikan (human trafficking). Bisa juga terjadi penyimpangan sosial, seperti pornografi, bullying atau merendahkan martabat seseorang. Selain itu juga dijelaskan bagaimana cara supaya tidak terjerumus dalam dampak negatif internet atau tips internet sehat, yaitu tidak merespon email asing, jangan memberikan informasi pribadi, membatasi posting foto, tidak memasukkan sesuatu yang bersifat video, selektif terhadap teman-teman, kenali dan cek setiap informasi yang masuk.
Materi kedua yang disampaikan adalah tentang kesehatan reproduksi seksualitas remaja. Dijelaskan juga bahwa batasan usia remaja adalah 11 sampai 20 tahun. Yang terbagi menjadi 3 yaitu remaja awal 11-14 tahun, remaja pertengahan 15 sampai 17 tahun, dan remaja akhir 18 sampai 20 tahun. Pada masa remaja organ reproduksi sudah mulai aktif sesuai dengan fungsinya dalam proses berkembang biak. Tugas seorang remaja terhadap organ reproduksinya adalah menjaga dan merawatnya. Seorang remaja tidak boleh melakukan hubungan seks dini karena berdampak negatif yaitu terkena penyakit kelamin, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan, yang bisa menimbulkan banyak masalah pada kehidupan remaja karena pertumbuhan fisik belum selesai, belum siap mendidik, mengasuh anak, dan belum siap membiayai anak sehingga mengakibatkan meningkatnya kasus aborsi yang berakibat pada kematian. Dari semua materi yang disampaikan, harapannya, siswa dapat memahami dan menjaga perilaku dalam kehidupannya di masa remaja (Monika Kurniasari).-
there are no comments yet