Article Detail

Ayo tertib berlalu lintas !!!

Banyaknya pengguna kendaraan bermotor, menyebabkan kondisi jalan raya selalu padat. Setiap hari ratusan kendaraan bermotor melewati jalan raya. Sering kali terjadi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan karena kurangnya kedisiplinan para pengguna jalan. Banyak para pengguna jalan yang tidak patuh terhadap tata tertib, hal tersebut bisa membahayakan bagi dirinya sendiri dan orang lain. Berbagai macam bentuk pelanggaran, misalnya : mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang sangat tinggi, tidak memakai sabuk pengaman, mengendarai kendaraan dengan mengoperasikan alat komunikasi, menerobos lampu merah dan palang pintu perlintasan kereta api, kendaraan tidak dilengkapi dengan surat-surat resmi, seperti SIM dan STNK, tidak memakai helm dengan semestinya, bahkan banyak pula yang tidak memakai helm, dan juga seringkali terlihat anak-anak usia di bawah umur yang belum memiliki SIM.

                Berkaitan dengan hal tersebut di atas, pada tanggal 26 Juli 2016, para siswa SMP Santo Yosef Surabaya mendapatkan suatu kesempatan yang sangat berharga, yaitu mendapat sosialisasi tertib berlalu lintas yang dipersembahkan oleh tim gabungan dari Dinas Perhubungan, Kepolisian, Jasa Marga, Jasa Raharja, dan Otomotif se Jawa Timur. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh 60 orang siswa siswi perwakilan dari kelas 8 dan 9, khususnya mereka yang sudah bisa mengendarai kendaraan bermotor, dan juga yang sudah berani mengendarai kendaraannya dengan jarak 10 kilometer dari rumahnya.

Yang pertama menyampaikan materi adalah ibu Murni Aswati perwakilan dari Jasa Marga, dalam kesempatan ini beliau memberikan penjelasan tentang peraturan berlalu lintas, undang-undang lalu lintas, rambu-rambu lalu lintas, dan cara berlalu lintas yang baik. Kemudian dilanjutkan oleh kak Titis perwakilan dari Jasa Raharja, di sesi kedua ini para siswa mendapat penjelasan tentang asuransi kecelakaan trasportasi. Sesi ketiga dari perwakilan kepolisian yang disampaikan oleh bapak Firman, beliau sebagai polisi lalu lintas, memaparkan banyak hal yang terjadi di jalan. Beliau banyak menceritakan pengalamannya selama bertugas, bagaimana menghadapi para pengguna jalan yang melanggar tata tertib. Beliau juga menyampaikan tentang isyarat-isyarat yang ada di jalan. Hal tersebut wajib diketahui oleh para pengguna jalan, termasuk salah satunya gerakan-gerakan tangan para polisi lalu lintas. Gerakan-gerakan tersebut merupakan pentunjuk yang harus dipatuhi agar terhindar dari kecelakaan. Beliau juga menunjukan jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi setiap tahun, dan korban yang paling banyak dari kalangan pelajar.

Sesi keempat disampaikan oleh Pak Komang perwakilan dari Otomotif se Jawa Timur, pada sesi terakhir ini beliau menjelaskan tentang tata cara berboncengan yang baik. Berboncengan sepeda motor tidak boleh lebih dari dua orang, dan keduanya harus menggunakan helm yang berlogo SNI (Standard Nasional Indonesia), termasuk saat membonceng anak kecil juga wajib menggunakan helm. Pak Komang juga menjelaskan cara memakai helm yang baik, tidak boleh asal pakai saja tetapi harus selalu di klik, karena fungsi helm sangat penting yaitu melindungi kepala dari benturan. Pada akhir acara semua siswa diminta untuk selalu mematuhi tata tertib lalu lintas, dan sebaiknya jangan mengendarai kendaraan bermotor terlebih dahulu, karena belum cukup umur, kalau bepergian sebaiknya diantar atau naik kendaraan umum saja. (Josef Khalis/9D QQ Monika Kurniasari)
Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment